It happens again..
It just happens..
Rani menggigit lidahnya keras-keras
Mengepalkan tangan kencang-kencang
Rani kuat menahan luka
Bukan sekedar luka
Bukan, bukan luka fisik
Bukan, bukan hanya luka hati
Ini tingkat kesadaran baru Rani atas apa yang telah diperbuatnya.
Bermain
Kata berimbuhan dari kata dasar main,
Kegiatan yang kerap kali dilakukan anak-anak
Main
Kegiatan yang kerap kali Rani lakukan
Bermain dan mempermainkan hati orang lain
Rani tidak punya hati, karena itu Rani ingin sesekali merasakn rasanya bagaimana punya hati. Kemudian Rani sesekali meminjam hati orang lain. Sebentar. Kemudian dikembalikan. Dipinjam, dilihat-lihat kemudian dikembalikan. Dipinjam, dicoba dan dikembalikan. Dipinjam, dimainkan dan dikembalikan. Sampai akhirnya Rani mencoba memakai hati orang lain dan ia lupa mengembalikannya.
Sekarang Rani punya hati.
Tapi bukan hati Rani.
Sekarang Rani punya hati.
Tapi bukan hati Rani.
Kamu tau dimana hati asli Rani?
Tak apa, yang penting sekarang Rani punya hati.
****
Menahan tawa
Ma menahan tawa sekuatnya
Menahan rasa heran dan expresinya
Bukan, bukan hal konyol
Bukan, bukan pula hal yang mengharukan
Bukan, bukan expresi yang mengherankan
Ini hanya suatu reaksi dari apa yang memang seharusnya terjadi.
Entah kenapa, setiap kali Rani jalan lewat depan Ma, Ma selalu berwajah konyol
Seperti seakan Ma melihat sesuatu dan menahan tawa. Menahan hingga wajahnya pun terlihat konyol.
Karma
Kamu benar ada.. atau ini hanya kebetulan?
Kudengar kamu sudah mati empat tahun yang lalu…
**
Ma tertawa lepas sembari berjalan santai meninggalkan Rani
Mai tertawa lepas sembari menggenggam hati
Diremas dan dimainkan, hati Rani diberikan kepada anjing dijalan
Biar anjing itu yang teruskan bermain dengan hati Rani, sebut Ma
Rani memang tak pernah punya hati.
Recent Comments